Kota Solo adalah kota budaya yang terkenal dengan hik-nya, tidak
ditemukan di kota-kota lain. Beberapa hik berkelas mulai bermunculan di kota
Solo seiring dengan pesatnya perkembangan kota Solo beberapa tahun ini. Hik,
angkringan atau wedangan tidak hanya akrab dengan masyarakat kelas menengah ke
bawah, tetapi juga menjadi tempat favorit bagi orang-orang menengah ke atas.
Salah satu hik yang cukup terkenal di Solo adalah hik yang dinamai
Wedangan Pendhopo. Berawal dari kegemaran sang pemilik yang hobi mengoleksi
barang-barang antik tetapi sudah tidak lagi bisa tersimpan di dalam rumahnya.
Wedangan Pendhopo berkembang menjadi wedangan yang memiliki nuansa tempo dulu.
Terletak di Jl. Srigading I No.7 Turisari, Mangkubumen, Banjarsari, Solo. Yang
juga berada di dekat Solo Paragon, didirikan pada akhir Agustus 2011 oleh
pasangan suami istri Ustiani dan Totok.
Apa yang membuatnya istimewa dibanding dengan wedangan lainnya?
Selain karena tempatnya bersih, wedangan Pendhopo terasa seperti rumah Jawa
tempo dulu sebab terdapat balai-balai di dekat pintu masuk. Nuansanya khas
sekali dengan budaya Jawa. Ada ukiran kayu yang mendominasi ruangan, radio
antik, alat ketik konvensional, patung, foto-foto zaman dulu, wayang, toples
berisi makanan tradisional, lampu gantung antik, dan masih banyak lagi benda
yang menambah kuat suasana klasiknya.
Kita bebas memilih makanan yang diwadahi piring anyaman bambu dan
diletakkan di gerobak sate panggul. Menu yang tersedia di sana sebenarnya tidak
berbeda dengan makanan di wedangan pinggir jalan lainnya. Yang membedakan
adalah suasananya yang begitu klasik dan tentunya Solo banget. Tidak usah ragu
untuk mencoba wedangan yang buka dari hari Senin sampai Sabtu mulai jam 5 sore
sampai 12 malam ini karena harganya tidak berbeda jauh dengan wedangan pinggir
jalan lainnya. Selain menjadi langganan Pemkot Solo jika ada acara besar,
wedangan Pendhopo juga menjadi langganan warga Solo ataupun artis yang sedang
berkunjung ke Kota Solo.





0 Responses So Far:
Post a Comment