Saturday, March 15, 2014

Berkunjung ke Solo


Sobat Vienna, apa kabar? Pernahkah Anda berkunjung ke Solo? Ya, Solo adalah salah satu kota yang terletak di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota dengan luas 44 km2 itu berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan.
Oya, tentu sobat Vienna tidak asing dengan lagu keroncong  Bengawan Solo yang diciptakan oleh Gesang. Nah, di sebelah sisi timur kota ini dilewati oleh sungai Bengawan Solo. Solo menjadi tujuan wisata yang mengasyikan untuk dikunjungi. Mengapa orang suka berkunjung ke Solo? Berikut beberapa alasannya.
·         Kuliner
Di kalangan penikmat kuliner, Solo dikenal sebagai kota gudangnya makanan lezat. Sebagai contoh cabuk rambak, tengkleng, sate kere, gudeg ceker, selat segar Solo, tahu kupat, bakmi, toprak nasi liwet, timlo Solo, sambel tumpang, soto buntel, pecel ndeso, wedangan, serabi Solo, intip, dawet ayu Pasar Gede, gempol pleret, susu segar, wedang dongo, rambak petis, tahok, abon sapi dan ayam varia, soto gading, roti orion, roti kecik ganep. Semua jenis kuliner di atas bisa kita jumpai di sebuah kota, bernama Solo.
·          Nilai uang
Dengan uang dua ribu, kita bisa mendapatkan segelas teh hangat di Solo. Di kota-kota yang lain seperti Jakarta, Medan dan Martapura, uang dua ribu tidak cukup untuk menikmati segelas teh hangat. Di Solo, dengan uang sembilan ribu sudah bisa makan ayam kremes, sayur, sambal, nasi, dan juga teh hangat, untuk satu porsi. Cukup deh, buat perut tidak keroncongan.  
Di Solo mudah ditemui warung angkringan/HIK dengan harga makanan berkisar Rp 500 hingga Rp 3.000. Jadi sekali makan hanya butuh Rp 5.000 - Rp 6.000 rupiah saja.
·          Seni Pertunjukkan Tradisional
Banyak seni pertunjukkan tradisional yang bisa Anda lihat di Solo setiap akhir pekan. Seperti wayang orang dan tari. Nah, apakah Anda penikmat musik tradisional dan etnik? Di Solo Anda bisa menikmatinya. Biasa disebut SIEM (Solo International Ethnic Music) festival, yang diselenggarakan setiap tahun di kota ini.
Di taman Sriwedari, kerapkali diselenggarakan pameran seni rupa, workshop seni, kesenian Jemblung Banyumas, tari Semangat Rindu Kalimantan Timur, ludruk dari Jawa Timur. Kesenian Srandul dari Prambanan, Gamelan Selonding dari Bali, serta Ketoprak Pati Wayang Beber Pacitan, tari Dua Suku Papua, serta ketoprak Yogyakarta.
·          Mudahnya ketersediaan transportasi
Ketersediaan transportasi yang mudah dan memadai baik dalam kota maupun mengakses keluar kota. Bandara misalnya tersedia 2 bandara kelas internasional yaitu Adi Soemarmo (Boyolali) dan Adi Sutjipto (Jogja). Akses menuju bandara Adi Sutjipto juga relatif mudah bisa dengan bus, kereta api, taksi dan lain sebagainya. Untuk bus dan taksi bahkan tersedia 24 jam.
Pada Oktober 2010 lalu, wakil presiden Boediono menyematkan nama Solo sebagai Kota Pesona atau City of Charm pada acara ASEAN China Expo 2010 yang digelar di Nanning, China. Melihat besarnya potensi wisata di Kota Solo, beberapa perusahan penerbangan nasional maupun internasional membuka rute langsung menuju ke kota ini. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak wisatawan mancanegara yang masuk, khususnya wisatawan dari Malaysia dan Singapura.
·           Mudahnya akses  
Jalur udara: melalui Bandara Internasioal Adi Soemarmo, ada dua penerbangan dari luar negeri, yaitu menghubungkan Solo – Kuala Lumpur dengan Air Asia dan rute Solo-Singapura dengan Silk Air. Sementara maskapai penerbangan domestik antara lain Batavia air, Sriwijaya Air, serta Lion Air. Ketiganya melayani penerbangan Solo – Jakarta dan sebaliknya.
Jalur darat: dapat ditempuh dengan dua jenis model transportasi, yaitu kereta api (KA) dan bus. Untuk KA, masuk ke tiga stasiun, yaitu Stasiun Solo Balapan (main station), stasiun Purwosari, dan station Jebres. Untuk bus antarkota antar provinsi, Anda bisa menghubungi Vienna Tours pada nomor telepon (0271) 821784 atau (0271) 8204225.
·         Harmoni budaya dan alam  
Saya selalu menanyakan kepada teman-teman backpacker, khususnya backpacker bule yang mampir ke Solo, tentang pendapat mereka soal kota ini. Mereka menyatakan, Solo kota kecil yang nyaman untuk ditinggali.
Pembenahan infrastruktur pariwisata telah dikembangkan. Serta aktif menggelar even-even besar untuk “menjual” kota ini, yang menggabungkan harmoni budaya dan alam. Menurut mereka, bila mengunjungi Solo sekadar transit, mungkin tidak akan bisa menggali lebih dalam kota ini. Akan tetapi, bila menyempatkan waktu, dua-tiga hari, kita bisa menemukan banyak hal unik dari kota ini.
Public space di Solo bisa diakses di berbagai tempat secara gratis misalnya arena car free day, urban forest, taman sekartaji, Balekambang dan berbagai kawasan lain.
·         Peluang berbelanja   
Di Solo, terdapat berbagai pusat perbelanjaan seperti PGS Solo, Benteng, pasar Klewer, pasar Gladak (dan pasar-pasar tradisional lainnya), mall, bahkan sampai pasar barang antik. Anda bisa berbelanja berbagai kerajinan dan batik di Solo.
Batik adalah salah satu kesenian pakaian yang saat ini sedang diminati di Indonesia. Meskipun ada banyak jenis batik di Indonesia, Solo dianggap sebagai salah satu pusat batik. Anda tidak hanya dapat membeli Batik asli Solo, Anda juga dapat melihat Museum Batik dan melihat bagaimana batik dibuat. Bahkan, jika Anda suka, Anda dapat mengambil kursus singkat tentang cara membuat batik sendiri. Wow, menyenangkan bukan? :-)
·         Masyarakatnya ramah tamah
Masyarakat yang ramah secara sosial budaya. Meski budaya gotong royong, saling menghormati, peduli makin terkikis namun secara besaran masih cukup bisa dirasakan terutama kalangan usia dewasa (di atas 38 tahun). Pada peringatan hari besar keagamaan maupun nasional mudah dirasakan kebersamaan masyarakat.
Nah, sobat Vienna, gimana ingin jalan-jalan ke Solo? Armada-armada kami siap melayani :-)



Vienna ToursPosted By Vienna Tours

Biro Perjalanan Wisata contact us

Thank You


0 Responses So Far:

Post a Comment