Sobat
Vienna, apa kabar? Pernahkah Anda berkunjung ke Solo? Ya, Solo adalah salah
satu kota yang terletak di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota dengan luas 44
km2
itu berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah
timur dan barat, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara,
Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan.
Oya, tentu sobat
Vienna tidak asing dengan lagu keroncong
Bengawan Solo yang diciptakan oleh Gesang. Nah, di sebelah sisi
timur kota ini dilewati oleh sungai Bengawan Solo. Solo menjadi tujuan wisata
yang mengasyikan untuk dikunjungi. Mengapa orang suka berkunjung ke Solo? Berikut
beberapa alasannya.
·
Kuliner
Di kalangan penikmat kuliner, Solo dikenal
sebagai kota gudangnya makanan lezat. Sebagai contoh cabuk rambak, tengkleng, sate
kere, gudeg ceker, selat segar Solo, tahu kupat, bakmi, toprak nasi liwet, timlo
Solo, sambel tumpang, soto buntel, pecel ndeso, wedangan, serabi Solo, intip,
dawet ayu Pasar Gede, gempol pleret, susu segar, wedang dongo, rambak petis,
tahok, abon sapi dan ayam varia, soto gading, roti orion, roti kecik ganep. Semua
jenis kuliner di atas bisa kita jumpai di sebuah kota, bernama Solo.
·
Nilai uang
Dengan uang dua ribu, kita bisa mendapatkan
segelas teh hangat di Solo. Di kota-kota yang lain seperti Jakarta, Medan dan
Martapura, uang dua ribu tidak cukup untuk menikmati segelas teh hangat. Di
Solo, dengan uang sembilan ribu sudah bisa makan ayam kremes, sayur, sambal,
nasi, dan juga teh hangat, untuk satu porsi. Cukup deh, buat perut tidak
keroncongan.
Di Solo mudah ditemui warung
angkringan/HIK dengan harga makanan berkisar Rp 500 hingga Rp 3.000. Jadi
sekali makan hanya butuh Rp 5.000 - Rp 6.000 rupiah saja.
·
Seni Pertunjukkan Tradisional
Banyak seni pertunjukkan tradisional yang bisa Anda lihat di Solo setiap akhir pekan. Seperti wayang
orang dan tari. Nah, apakah Anda penikmat musik tradisional dan etnik?
Di Solo Anda bisa menikmatinya. Biasa disebut SIEM (Solo International Ethnic Music) festival, yang
diselenggarakan setiap tahun di kota ini.
Di taman Sriwedari, kerapkali diselenggarakan
pameran seni rupa, workshop seni, kesenian Jemblung Banyumas, tari
Semangat Rindu Kalimantan Timur, ludruk dari Jawa Timur. Kesenian Srandul dari
Prambanan, Gamelan Selonding dari Bali, serta Ketoprak Pati Wayang Beber
Pacitan, tari Dua Suku Papua, serta ketoprak Yogyakarta.
·
Mudahnya ketersediaan transportasi
Ketersediaan transportasi yang mudah
dan memadai baik dalam kota maupun mengakses keluar kota. Bandara misalnya
tersedia 2 bandara kelas internasional yaitu Adi Soemarmo (Boyolali) dan Adi
Sutjipto (Jogja). Akses menuju bandara Adi Sutjipto juga relatif mudah bisa
dengan bus, kereta api,
taksi dan lain sebagainya. Untuk bus dan taksi bahkan tersedia 24 jam.
Pada Oktober 2010 lalu, wakil
presiden Boediono menyematkan nama Solo sebagai Kota Pesona atau City of
Charm pada acara ASEAN China Expo 2010 yang digelar di Nanning, China. Melihat
besarnya potensi wisata di Kota Solo, beberapa perusahan penerbangan nasional
maupun internasional membuka rute langsung menuju ke kota ini. Dalam beberapa
tahun terakhir, banyak wisatawan mancanegara yang masuk, khususnya wisatawan
dari Malaysia dan Singapura.
·
Mudahnya
akses
Jalur udara: melalui Bandara Internasioal Adi Soemarmo, ada dua
penerbangan dari luar negeri, yaitu menghubungkan Solo – Kuala Lumpur dengan
Air Asia dan rute Solo-Singapura dengan Silk Air. Sementara maskapai penerbangan
domestik antara lain Batavia air, Sriwijaya Air, serta Lion Air. Ketiganya
melayani penerbangan Solo – Jakarta dan sebaliknya.
Jalur darat: dapat ditempuh dengan
dua jenis model transportasi, yaitu kereta api (KA) dan bus. Untuk KA, masuk ke
tiga stasiun, yaitu Stasiun Solo Balapan (main station), stasiun
Purwosari, dan station Jebres. Untuk bus antarkota antar provinsi, Anda bisa
menghubungi Vienna Tours pada nomor telepon (0271) 821784 atau (0271) 8204225.
·
Harmoni
budaya dan alam
Saya selalu menanyakan kepada
teman-teman backpacker, khususnya backpacker bule yang mampir ke Solo,
tentang pendapat mereka soal kota ini. Mereka menyatakan, Solo kota kecil yang
nyaman untuk ditinggali.
Pembenahan infrastruktur pariwisata telah
dikembangkan. Serta aktif menggelar even-even besar untuk “menjual” kota ini, yang
menggabungkan harmoni budaya dan alam. Menurut mereka, bila mengunjungi Solo
sekadar transit, mungkin tidak akan bisa menggali lebih dalam kota ini. Akan
tetapi, bila menyempatkan waktu, dua-tiga hari, kita bisa menemukan banyak hal
unik dari kota ini.
Public space di Solo bisa diakses di berbagai tempat secara gratis misalnya
arena car free
day, urban forest, taman sekartaji, Balekambang dan berbagai kawasan lain.
·
Peluang
berbelanja
Di Solo, terdapat berbagai pusat perbelanjaan seperti PGS Solo, Benteng, pasar Klewer, pasar Gladak (dan pasar-pasar
tradisional lainnya), mall, bahkan sampai pasar barang antik. Anda bisa
berbelanja berbagai kerajinan dan batik di Solo.
Batik adalah salah satu kesenian pakaian yang
saat ini sedang diminati di Indonesia. Meskipun ada banyak jenis batik di
Indonesia, Solo dianggap sebagai salah satu pusat batik. Anda tidak hanya dapat
membeli Batik asli Solo, Anda juga dapat melihat Museum Batik dan melihat
bagaimana batik dibuat. Bahkan, jika Anda suka, Anda dapat mengambil kursus
singkat tentang cara membuat batik sendiri. Wow, menyenangkan bukan? :-)
·
Masyarakatnya
ramah tamah
Masyarakat yang ramah secara sosial budaya. Meski budaya
gotong royong, saling
menghormati, peduli makin terkikis namun secara besaran masih cukup bisa
dirasakan terutama kalangan usia dewasa (di atas 38 tahun). Pada peringatan
hari besar keagamaan maupun nasional mudah dirasakan kebersamaan masyarakat.
Nah, sobat Vienna, gimana ingin jalan-jalan ke Solo? Armada-armada kami
siap melayani :-)


0 Responses So Far:
Post a Comment