Thursday, October 23, 2014

Sukuh, Candi nan Erotis, Eksotis, dan Misterius



Candi ini belum banyak diketahui orang, tidak seperti candi Borobudur dan candi Prambanan yang sudah termasyhur. Padahal, candi Sukuh adalah candi yang tergolong kontroversional karena bentuknya yang kurang lazim. Pasalnya, candi ini memiliki bentuk seperti piramida suku Maya di Amerika Tengah yang sekaligus mengingatkan kita akan bentuk-bentuk piramida di Mesir.
Letaknya terpencil di lereng Gunung Lawu pada ketinggian kira-kira 1.186 m dpl. Tepatnya, di dukuh Berjo, Desa Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Suhu di area candi ini cukup membuat kita merasakan hawa dingin yang sejuk.
Dari Terminal Tirtonadi Solo, kamu bisa naik bus umum jurusan Solo-Tawangmangu dan turun di Karang Pandan, dilanjutkan dengan minibus jurusan Kemuning dan disambung dengan ojek hingga ke kawasan candi. Bila membawa kendaraan sendiri, disarankan untuk memakai mobil diesel bertenaga 2000 cc atau lebih untuk memudahkan perjalanan melewati beberapa tanjakan curam.
Tempat wisata candi Sukuh ini dibuka mulai hari Senin sampai Minggu pukul 08.00  sampai 17.00 WIB. Pengunjung domestik hanya merogoh kocek sebesar Rp 3.000,- saja untuk memasuki candi tersebut. Widiih murah banget kan Sobat, nampaknya candi Sukuh bisa menjadi alternatif libur Lebaran


Relief Tanpa Busana

Kompleks candi tidak begitu luas. Menempati sebidang tanah berundak, gapura utama Sukuh tidak berada tepat di tengah melainkan di sebelah kanan depan. Sisi kanan dan kiri dihiasi dengan beberapa relief. Sebuah tangga batu yang cukup tinggi membawamu ke lorong gapura yang ternyata dihalangi dengan rantai.
Untuk naik ke teras kedua, kamu harus turun lagi dan berjalan memutar lewat sebelah kanan. Dari teras kedua barulah nampak dengan jelas bentuk relief di sisi gapura ini. Salah satunya adalah gambar seekor burung garuda yang kaki-kakinya mencengkeram seekor naga. Yang mengherankan adalah adanya relief beberapa sosok manusia dalam keadaan polos, tanpa busana sama sekali! Sesuatu yang cukup mencengangkan jika mengingat budaya timur yang sangat kental dengan norma susila di Indonesia. Ditambah lagi bila mengingat bahwa ini adalah candi, sebuah bangunan yang identik sebagai tempat persembahyangan dan pemujaan dewa.
Mendekat ke candi utama di teras ketiga, berdiri sebuah panggung batu setinggi pinggang orang dewasa di sebelah kirinya. Terdapat menara batu di bagian depan panggung, lagi-lagi berhiaskan relief-relief erotis dari sosok-sosok tanpa busana. Satu sisi menara bergambarkan relief berbentuk tapal kuda dengan dua sosok manusia di dalamnya. Oleh kebanyakan orang, relief ini dipercaya menggambarkan rahim seorang wanita dengan sosok sebelah kiri melambangkan kejahatan dan sosok sebelah kanan melambangkan kebajikan. Sebuah candi perwara berdiri di depan candi utama. 

Misteri Piramida Terpotong

Satu lagi yang menarik dari candi Sukuh adalah arsitekturnya yang berbeda. Jika candi-candi lain dibangun dengan bentuk yang menyimbolkan Gunung Meru, maka Candi Sukuh memiliki tampilan yang sangat sederhana dengan bentuk trapesium. Dibangun pada abad XV, beberapa saat sebelum runtuhnya Kerajaan Majapahit, candi ini lebih menyerupai piramida suku bangsa Maya dari Amerika Tengah. Mungkinkah dua suku bangsa berbeda dari dua benua yang berbeda bisa membuat bangunan dengan arsitektur dan desain yang nyaris serupa? Ataukah memang ada pengaruh dari suku Maya dalam pembangunan Candi Sukuh pada masa pemerintahan Raja Brawijaya ini? Berbagai teori dan dugaan pun bermunculan. Berbagai misteri dan pertanyaan memang masih menyelimuti candi Sukuh.
Nah, berkeliling mencari jejak cerita dan potongan bukti untuk menguak misteri sejarah masa lalu akan menjadi salah satu pengalaman wisata yang menantang dan mengasyikkan.

 


Vienna ToursPosted By Vienna Tours

Biro Perjalanan Wisata contact us

Thank You


0 Responses So Far:

Post a Comment